Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

AKU KEMBALI

---oOo---AKU KEMBALI---oOo--
JejakMisteri - Seperti biasa pada malam hari aku sibuk duduk sendiri di teras rumah menikmati angin malam, karna rumahku berdekatan dengan pemakaman sudah tidak asing lagi tentang hal yang menurut kalian seram.
Membaca cerita horor dan konspirasi adalah hobby ku, memegang hp salah satunya 

"Kring....kring...kring" Telpon rumah berdering pikirku

"Ha hari sudah mau jam 10 malam siapa menelpon dirumahku jam segini" Bergegas mengangkat telpon "Hallo...haloo.... Siapa disana?" Tak ada yang menyaut kembali aku bertanya "Hallo.... Ada orang?" Kemudian tidak ada yang menyaut. Yasudah pikirku mungkin orang iseng saja.

Kembali aku menuju kamarku mengambil selimut putih kesukaanku kemudian keluar kembali duduk didepan, membawa selimut kesukaanku BODOH AMAT JIKA ADA YANG MELIHAT MENGANGGAB AKU SETAN SEKALIPUN.

Kemudian aku duduk seperti biasa menikmati angin malam yang sejuk dengan minuman es drink ke sukaanku, serta kembali membaca cerita horror kesukaanku.

*syurr syurrr*
Angin berhembus sedikit lebat, karna aku memakai selimut hanya rambutku saja yang terkibas tampa dingin sedikitpun. Aku tetep fokus memegang hp dan cemilanku kembali tak memperdulikan sekelilingku ada apa.

*syurr syur syurr*
Angin berhembus kembali yang ini berbeda diikuti dengan tetesan air di pundakku. Aku melihat sekitar gumanku dalam hati "ini gak ada hujan kenapa ada air segala? rumahku sudah di plapon masa iya bocor? Dan aku dilantai 1 bukan 2? Masa iya ada yang nepatin kamar atas" Aku juga tak memperdulikan itu kembali. Aku kembali menonton dengan nikmatnya.

*plukk benda jatuh*
Aku langsung teriak "WOI SIAPA SIH YANG MALAM-MALAM NGERUSUH DARI TADI"

Kemudian adikku teriak "Eh teh teriak mulu dah heran udah malem ini masuk" Saat aku mau masuk? Selimutku seperti tertahan sesuatu seperti ada yang menarik.

Ku lirik lagi tidak ada siapa siapa. Ahhh pikirku hanya setan penghuni sebelah iseng padaku.

*Anakku....anakkku...*
Bisikan halus ditelingaku. Aku menoleh kebelakang tidak ada siapa-siapa.

Kemudian aku segera masuk kedalam. Ya cuma diruang tamu saja sebenarnya Jam menunjukan pukul sebelas malam seperti biasa aku mematikan semua lampu di rumah kecuali lampu teras dan lampu samping saja, rumahku gelap gulita.

*Nak...nakk...nak"
Bisikan halus lagi berbisik ditelingaku. Kemudian ku coba memejamkan mata, yaps benar saja Kuntilanak merah menyerupai nenek-nenek sedang memelukku dari belakang..

Kemudian aku bergumam dalam hati memanggil jeko dan denok sesegera mungkin datang padaku, saat melihatku dipeluk sosok mengerikan yang ada dibelakangku dan mereka menunduk seperti anak kecil yang menghormati orang tua mereka.

Denok pergi kembali ke bonekanya Begitu juga jeko kembali pada bonekanya. Dadaku seperti tersambar petir... Baru kali ini aku berhadapan dan dipeluk langsung dengan sosok yang tak aku kenali. Dia kembali berbisik padaku..

*Aku adalah ibumu pada dimensi lain, aku yang menyelamatkanmu pada masa itu, aku juga yang menjagamu dari mereka yang tidak suka padamu, Kau sudah besar putri kecilku,, yang dulu lugu sudah tumbuh dewasa, Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, mereka hantu kecilmu sudah mengetahui keberadakanku dan sudah tau aku siapa? Kau meminta tolong pada mereka, mereka tidak akan berani padaku karna kau adalah anakku"

Bagai tersambar petir hati ini rasanya Bahwa aku berhutang budi padanya pada masa kecilku kemudian dia kembali dan menganggab aku adalah anaknya.

Aku berguman kecil padanya..
"Jika aku behutang budi padamu atas kehilangan pada masa kecilku, maka aku akan mencoba mengembalikanmu pada tuhanmu, bisakah?"

Dia tertawa kecil padaku.. "Hahaha aku tidak bisa kembali anakku, dunia kita berbeda tuhan tidak menerimaku kembali, aku memberimu sedikit jiwaku agar kau berguna membantu mereka yang kesusahan.

Kau hebat tidak memperdulikan dunia, tidak menggunakan kelebihanmu pada duniaku ini untuk kekayaan, jika kau ingin kaya bukankah kau sudah bisa dengan sekejap mata?"

Aku kembali tertawa "Apapun yang aku dapat dari dunia kalian, tidak akan menyelamatkan aku pada duniaku. Kaya dari duniamu akan menyiksaku pada duniaku, Pesugihan akan memakan tumbal begitu juga aku? Jika aku kaya hasil duniamu maka sakit akan membuatku mati mengenaskan"

Kemudian dia begeritik kembali "Aku akan selalu menjagamu dari mereka yang melukaimu" Kemudian aku menunduk hormat dan mengucapakan "Terimakasih ibuku". Kumpulan asap tebal hilang seketika.

Sebenarnya aku siapa? Aku sudah mati? :')

close